Syailendra Capital Bidik AUM Tumbuh 80%

NERACA

Jakarta – Besarnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini, mendorong keyakinan bagi perusahaan manajer investasi bila pertumbuhan pasar modal di tahun ini akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Maka memanfaatkan pertumbuhan IHSG dan jumlah investor pasar modal, beberapa perusahaan manajer investasi terus meluncurkan produk baru reksa dana untuk menangkap peluang yang ada.

Hal inilah yang disampaikan PT Syailendra Capital, tahun ini perseroan tetap optimis akan perkembangan industri reksa dana Tanah Air. Perusahaan manajer investasi ini menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga 80% dari Rp12,53 triliun menjadi Rp22 triliun hingga Rp23 triliun.”Target pertumbuhan sebesar 80% ini ditargetkan dengan cara memperluas distribusi jaringan, distribusi pemasaran dan juga berinovasi dalam beberapa produk investasi baru," kata Presiden Direktur PT Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, jika total AUM Kuartal pertama telah tumbuh 60% dari angka tahun 2017. Artinya, dalam kurun waktu 4 bulan, AUM perusahaan telah mencapai angka Rp20 triliun.”Sampai dengan pertengahan bulanApril ini kami sudah berhasil mencatat pertumbuhan di dana kelolaan sebesar 60%. Jadi, kalau kita punya target pertumbuhan sebesar 80% kembali, seharusnya target kami akan tercapai di tahun ini," jelasnya.

Fajar mengatakan, per posisi 18 April 2018, saat ini PT Syailendra Capital mempunyai dana kelolaan sebesar Rp20,624 triliun dan berada di peringkat 10 di industri.Disampaikannya, langkah ekspansi jaringan distribusi penjualan dan juga pengembangan produk investasi akan sesuai dengan semangat perusahaan "Innovation is in Our DNA". Perluasan jaringan distribusi penjualan yang dimaksud adalah berinovasi dengan menggunakan platform berbasis digital.

Asal tahu saja, perusahaan dalam waktu dekat akan meluncurkan yang dinamakan SIAPP (Syailendra Investment Application Platform). Aplikasi ini akan memiliki fitur-fitur baru yang belum dimiliki manajer investasi lainnya saat ini. Hal ini diharapkan selain akan meningkatkan pelayanan bagi nasabah lama, juga dapat menjaring nasabah baru dengan fitur-fitur aplikasi yang menarik.

Selain, berekspansi dalam jaringan pemasaran melalui platform digital sendiri, perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan Tokopedia dan juga Bareksa. Konsumen yang ingin membeli produk reksa dana dapat melalui Tokopedia dengan mengaktifkan akun TokoCash di situs tersebut dan memulai proses transaksi sesuai arahan. Pembelian juga bisa dilakukan lewat sistem pembayaran lain yang disediakan Tokopedia.

Adapun produk yang akan dipasarkan adalah Syailendra Dana Kas, produk reksa dana pasar uang milik PT Syailendra Capital. Layanan melalui kerja sama ini akan memberikan banyak kemudahan bagi para calon konsumen salah satunya adalah Seperti jumlah minimal pembelian produk reksa dana yang cuma sebesar Rp10.000 saja.

BERITA TERKAIT

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Waskita Beton Bidik Kontrak Baru Rp 10 Triliun

NERACA Jakarta –Meskipun pencapaian kontrak baru tahun ini direvisi turun, namun hal tersebut tidak membuat PT Waskita Beton Precast Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…