Indeks BEI Rabu Pede Balik Arah Ke Zona Hijau

Neraca

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore ditutup melemah 9,085 poin (0,23%) ke level 3.952,817. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 2,044 poin (0,30%) ke level 688,171. Aksi jual di saham-saham bank kelas berat dan juga penurunan peringkat beberapa negara di Eropa memberi sentimen negatif dan memaksa indeks harus kembali terkoreksi.

Tercatat saham-saham bank dengan kapitalisasi besar alias bluechip terkena koreksi cukup dalam. Indeks sektor finansial memimpin koreksi di lantai bursa. Selain itu, langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga acuan 25 basis poin (bps) ke 5,75% disambut dingin oleh para pelaku pasar. Pasalnya, hal tersebut bisa mempengaruhi laba bank.

Oleh karena itu, indeks berikut Rabu diproyeksikan akan bergerak di level yang sama. Namun kecenderungan indeks akan berupa keluar dari tekanan karena menunggu laporan keuangan emiten dan juga titik jenuh aksi jual dank arena itu, indeks akan bergerak di level 3.952-3963.

Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 107.579 kali pada volume 3,622 miliar lembar saham senilai Rp 4,062 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 81 saham stagnan. Mayoritas bursa-bursa di Asia berhasil bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan meski adanya sentimen negatif penurunan peringkat beberapa negara di Eropa. Hanya bursa saham China yang terpuruk di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 40.550, Surya Citra (SCMA) naik Rp 650 ke Rp 9.400, Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 ke Rp 73.700, dan Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 17.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 500 ke Rp 36.950, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 250 ke Rp 3.900, Indosat (ISAT) turun Rp 200 ke Rp 5.450, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 47.300.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah tipis 1,852 poin (0,05%) ke level 3.960,050. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,228 poin (0,03%) ke level 689,987. Saham sektor finansial memimpin koreksi di lantai bursa dan sektor lain yang ikut terkoreksi adalah komoditas, yaitu saham-saham berbasis agrikultur dan pertambangan. Sementara saham-saham properti justru naik paling tinggi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 51.295 kali pada volume 1,817 miliar lembar saham senilai Rp 1,985 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 89 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 40.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 55.450, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 17.750, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 29.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 150 ke Rp 37.300, SMART (SMAR) turun Rp 100 ke Rp 5.200, Mayora (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 15.100, dan FKS Multi Agro (FISH) turun Rp 100 ke Rp 2.050.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka terkoreksi, seiring sentimen negatif dari pergerakan saham-saham regional. IHSG, pada pembukaan kemarin pagi turun 6,12 poin, namun lima menit kemudian pukul 9.35 waktu JATS IHSG turun 20,51 poin atau 0,52% ke 3.941,39.

Riset Trimegah Sekuritas memaparkan, kemungkinan IHSG naik meskipun tidak banyak. Hal tersebut diKarenakan, kenaikan kemarin tidak dibarengi dengan volume yang memadai sehingga kenaikannya kurang kuat.

Dalam analisanya, disebutkan indeks BEI berpotensi naik tipis hingga level psikologis di 4.000 dengan Support di 3.875 dan 3.950. Pada zona Asia, terpantu indeks Shanghai merosot 8,56 poin atau 0,36%, indeks Hang Seng anjlok 38,24 poin atau 0,18%, indeks Nikkei terkoreksi 25,39 poin atau 0,28% dan indeks Straits Times turun 15,43 poin atau 0,52%.

Sementara indeks LQ45 turun 4,12 poin atau setara 0,% ke posisi 686,10 serta Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 1,47 poin atau 0,3% ke 567,02.

Nilai transaksi dibuka sebesar Rp85,90 miliar dengan volume perdagangan sebesar 62,76 juta lembar saham dipertahankan. Di mana 27 saham menguat, 74 saham stagnan, dan 39 saham melemah dengan aksi jual investor asing sebesar Rp2,241 juta.

Sektor-sektor pedukung IHSG terpantau melemah dengan sektor tambang turun 14,25 poin atau 0,5%, sektor perbankan turun 5,38 poin atau 1,1%, dan sektor manufaktur merosot 3,00 poin atau 0,3% sedangkan sektor perdagangan bergerak anomali dengan naik 0,97 poin atau 0,2%.

Saham-saham blue chips yang berada di jajaran top gainers, antara lain yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp550 ke Rp38.000, PT Astra Agro Lestasi Tbk (AALI) naik Rp300 ke Rp22.600, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp150 ke Rp28.950.

Sementara saham-saham yang berada di jajaran top losers, di antaranya yakni PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp850 ke Rp72.500, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 ke Rp6.700, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp150 ke Rp54.850, dan turun Rp300 ke Rp28.800. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar…

KIOS Bilang Refleksi Minat Cukup Tinggi - Sahamnya Disuspensi BEI

NERACA Jakarta – Lantaran mengalami kenaikan harga saham dan waran di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya melakukan…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…