Waspadai Minyak dan Perlambatan Ekonomi Global

NERACA

Jakarta----Krisis utang Yunani dan Italia serta krisis Selat Hormuz yang menyebabkan harga minyak fluktuatif bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu pemerintah perlu mewaspadai semua kejadian tersebut. “Tapi kita harus waspada dengan keadaan ekonomi global yang mengalami kelesuan dan harga minyak," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Jakarta,14/2

Lebih jauh Agus mengakui krisis utang di Eropa yang tak kunjung usai bisa merembet ke negara-negara lain dan permintaan ekspor dari Eropa ke Indonesia bakal turun. "Pemilik utang tertinggi di Eropa adalah Yunani, kedua Italia. Di kuartal III-2010 rasio utang Yunani mencapai 138,8%, lalu di 2011 mencapai 159,1%. Yunani mengurangi tenaga kerjanya untuk mengurangi utang," tambahnya

Dari data-data yang didapatnya, Agus mengatakan perekonomian China bakal menurun tahun ini. Nilai ekspor China akan turun US$ 23 miliar di tahun ini menjadi US$ 160 miliar. Ini bakal berpengaruh ke Indonesia sebagai salah satu partner dagang China.

Disisi lain, kata Agus, IMF juga memprediksi terjadinya pertumbuhan ekonomi global di 2011 dari 3,8% menjadi 3,4%. Lalu prediksi di 2012 akan menurun dari 4% menjadi 3,3%. Kalau untuk Indonesia, tiga lembaga ekonomi internasional mempunyai prediksi yang berbeda-beda. Namun semuanya merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012 akan lebih rendah.

Pertama IMF yang menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012 dari 6,3% menjadi 6,1%. Kemudian Bank Pembangunan Asia (ADB) yang menurunkan prediksi pertumbuhan ekonominya dari 6,8% menjadi 6,2%, dan terakhir Bank Dunia yang menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 6,3% menjadi 6,2%. "Tapi kami masih optimistis sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2011 berhasil mencapai 6,5%. Lalu rupiah dan inflasi stabil. Tapi kita harus waspada dengan keadaan ekonomi global yang mengalami kelesuan dan harga minyak," ungkapnya

Diakui Agus, risiko lainya adalah konflik politik di Selat Hormuz yang berpotensi membuat harga minyak dunia melonjak tinggi. Karena selat tersebut merupakan jalur vital kapal-kapal pengangkut minyak. "Karena itu kami mewaspadai konflik di situ," imbuhnya

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat tak berimbas ke Indonesia. Hal Ini karena kuatnya sektor riil Tanah Air yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Saya harus katakan, manakala tidak ada new shock new crisis yang menerpa langsung Indonesia tahun ini, maka saya berharap pertumbuhan ekonomi 6,7 persen bisa tercapai. Sumber-sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sektor riil unggulan dan yang biasa," katanya.

Kepala Negara mengakui bila dampak krisis di zona euro menerpa semua negara di dunia. Sehingga dirinya harus mengikuti perlambatan ekonomi di semua negara. "Tahun lalu misalkan, negara-negara di ASEAN ekonominya turun atau melambat, meskipun Indonesia ekonominya meningkat dari tahun sebelumnya," tuturnya.

Namun demikian, SBY menuturkan bila government spending meningkat dari tahun lalu. Di samping dari sisi investasi juga mengalami kenaikan. "Konsumsi domestik juga naik dan konsumsi rumah tangga juga bisa kita jaga. Memang pertumbuhan yang bisa memengaruhi satu-satunya adalah ekspor. Guncangan ekonomi yang besar tidak akan impact langsung," tukas SBY.

SBY mengatakan, kondisi tersebut dinamis. Pihaknya pun akan terus memantau minggu per minggu dan kuartal per kuartal sehingga tidak terjadi koreksi. "Komponen pertumbuhan baik yang empat itu atau sektor riil, kami akan berusaha keras untuk capai pertumbuhan ekonomi pada angka yang sebelumnya 6,7 persen," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bappenas: Indonesia Belum Siap Ekonomi Digital - AKIBAT JARINGAN INTERNET BELUM MERATA

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia belum siap menghadapi era ekonomi digital. Pasalnya, infrastruktur penopang…

KPPU Minta Paslon Gubernur Tekan Ketimpangan Ekonomi

KPPU Minta Paslon Gubernur Tekan Ketimpangan Ekonomi NERACA Makassar - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta kepada semua pasangan calon…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…