LPS Minta Bank Edukasi Nasabah - Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Bank

NERACA

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau perbankan melakukan edukasi kepada nasabah terkait adanya fasilitas penjaminan simpanan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. "Setiap simpanan nasabah di bank dijamin hingga Rp2 milliar sehingga nasabah tidak perlu mengkhawatirkan mengenai keamanan simpanannya apabila bank yang bersangkutan ditutup dan izinnya dicabut," kata Kepala Divisi Kehumasan LPS Nur Budiantoro, seperti dikutip Antara, kemarin.

Selain memberikan edukasi, katanya, bank harus menginformasikan pada nasabah mengenai ketentuan simpanan yang dijamin agar layak dibayar. Menurut dia, ada tiga syarat yang menjadi ketentuan utama, yaitu tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi bunga penjaminan LPS, dan tidak ikut merugikan bank, misalnya punya kredit macet.

Ia mengatakan saat ini bunga penjaminan di LPS untuk bank umum yang berlaku, yaitu 5,75 persen, sedangkan untuk BPR mencapai 8,25 persen. Jika besaran bunga melebihi ketentuan tersebut, dikatakannya, simpanan nasabah tidak akan dijamin LPS. Pada kesempatan yang sama, Direktur Group Analisis Metode Resolusi Bank LPS Hermawan Setyo Wibowo mengatakan beberapa jenis simpanan yang dijamin oleh LPS di antaranya giro, deposito, sertifikat deposit, dan tabungan.

Menurut dia, saat ini jumlah bank yang sudah ikut dalam program penjaminan mencapai 1.894 bank baik itu perbankan maupun BPR. "Kalau untuk total simpanan yang dijamin LPS mencapai Rp 2.942,2 triliun dari 255,1 juta rekening," katanya. Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta Laksono Dwionggo mengapresiasi langkah sosialisasi yang dilakukan oleh LPS. Ia berharap lembaga keuangan baik itu perbankan maupun BPR dapat memanfaatkan sosialisasi tersebut dengan baik, khususnya untuk meningkatkan literasi dan kepatuhan terhadap regulasi.

Disamping itu juga, LPS juga menyampaikan laporan kinerjanya sejak 2005 hingga akhir Januari 2018, LPS telah membayar klaim nasabah dari bank yang bermasalah. “Totalnya ada Rp997,56 miliar dari 85 bank yang dicabut izinnya," kata Hermawan. Menurut dia, totalnya sebanyak 176.487 rekening yang terdapat di 85 bank tersebut, sedangkan nilai simpanannya mencapai Rp1.552,02 miliar. Menurut dia, dari nilai simpanan tersebut Rp1.237,58 miliar di antaranya dinyatakan layak bayar. Nilai simpanan ini dari 162.304 rekening. Meski demikian, setelah memperhitungkan nilai maksimum penjaminan LPS, dari total nilai simpanan yang layak bayar ini LPS hanya membayarkan Rp998,56 miliar. "Sisanya tidak dibayar oleh LPS karena besaran bunga di atas ketentuan LPS rate sehingga menjadi penyebab bank menjadi tidak sehat," katanya.

Saat ini, kata dia, bunga penjaminan di LPS untuk bank umum yang berlaku 5,75 persen, sedangkan untuk BPR 8,25 persen. "Jika besaran bunga melebihi ketentuan tersebut, simpanan nasabah tidak akan dijamin oleh LPS," katanya. Sementara itu, dari 85 bank yang dilikuidasi tersebut hingga saat ini baru 67 bank yang likuidasinya sudah selesai. Sisanya, dua di antaranya ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY masih dalam penyelesaian.

BERITA TERKAIT

PNM Edukasi Peserta SMN Jasa Keuangan

PNM Edukasi Peserta SMN Jasa Keuangan  NERACA Manado - PT Permodalan Nasional Manadi (PNM) Cabang Manado mengedukasi peserta Siswa Mengenal…

Geo Dipa Minta Pengadilan Tolak Permohonan Bumigas

Geo Dipa Minta Pengadilan Tolak Permohonan Bumigas NERACA Jakarta - Kuasa hukum perusahaan BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi…

Pemerintah Minta Pemda Miliki Data RTLH dan Kawasan Kumuh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memiliki data…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diminta untuk Tak Naikkan Suku Bunga

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dinilai untuk tidak perlu menaikkan suku bunga acuan pada rapat kebijakan Rabu…

Modalku Salurkan Penjaman Rp2 Triliun ke 7.000 UMKM

    NERACA   Jakarta - Perusahaan teknologi finansial, Modalku menyalurkan pinjaman modal usaha sekitar Rp2 triliun kepada lebih dari…

BNI Klaim Jadi Pionir Penyaluran KUR Petani Garam

    NERACA   Jakarta - BNI menjadi pionir dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada petani garam sejalan dengan…