Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA

Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai emiten produsen minuman alkohol. Tumbuhnya penjualan perseroan di 2017 sebesar 5,9% menjadi Rp 3,04 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,87 triliun menjadi alasan bagi perseroan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham.

Eric Mul, Finance Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk mengatakan, keputusan untuk membagikan dividen telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan.”Kami hampir 100% bagi dividennya. Adapun dividen final untuk periode 2017 sebesar Rp 487 per saham yang telah disetujui dalam RUPS. Sementara dividen interim Rp 140 per saham juga termasuk yang telah disetujui," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sehingga total dividen sebesar Rp 627 per saham, dimana total pembayaran dividen sebanyak Rp 1,32 triliun. Disebutkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp 1,32 triliun, naik 34,9% dari tahun 2016 yang sebesar Rp 981,82 miliar. Hampir 100% dari laba bersih tersebut dibagikan kepada 2,1 miliar saham yang dimiliki perusahaan.

Dari sisi kinerja, kenaikan laba bersih perseroan sebenarnya tidak terlepas dari naiknya angka penjualan bersih menjadi Rp 3,38 triliun naik 3,6% dari tahun 2016 yang sebesar Rp 3,26 triliun. Dengan demikian, laba per saham pun naik menjadi Rp 627 dari sebelumnya Rp 466. Di sisi lain, total kewajiban dan utang perseroan turun tipis menjadi Rp 1,44 triliun dari sebelumnya Rp 1,45 triliun. Utang tersebut terdiri dari utang jangka panjang sebesar Rp 141,05 miliar dan utang jangka pendek sebesar Rp 1,3 triliun.

Tahun ini, lanjut Eric Mul, perseroan optimis penjualan bisa tumbuh dobel digit seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata dan startegi perseroan untuk terus mengembangkan produk-produk baru agar dapat diterima di masyarakat. Sampai saat ini brand bir Bintang tetap menjadi pemimpin pasar dalam segmen utama bir dan dalam nilai penjualan MLBI secara total.

Sedangkan brand Heineken diakui pertumbuhannya makin kuat selama 2017 lalu di segmen premium. "Kami meningkatkan distribusi hingga 10% secara nasional untuk dua tahun berturut-turut, khususnya di kota kota terbesar, sebagai bagian dari strategi akan permintaan konsumen bir premium yang terus meningkat," papar Erik.

Asal tahu saja, guna meningkatkan penjualan, perseroan juga terus meningkatkan penjualan ekspor dengan membidik negara-negara baru sebagai pasar ekspor. Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, Michael Chin mengungkapkan, pada 2017, perseroan telah memulai ekspor Bir Bintang ke United Kingdom. Sebelumnya, Multi Bintang telah melakukan ekspor ke Australia, Jepang dan Belanda.”Kita akan mengkaji untuk penjualan pasar ekspor dan mencari pasar-pasar baru," ungkapnya.

Adapun nilai penjualan ekspor pada 2017 mencapai Rp36,17 miliar, terdiri dari penjualan bersih ke pihak ketiga ekspor senilai Rp14,76 miliar dan penjualan ekspor ke pihak berelasi Rp21,41 miliar. Penjualan ekspor MLBI mencatatkan penurunan dari posisi Rp98,26 miliar pada 2016. Penurunan pendapatan MLBI terkena dampak yang parah akibat kerugian volume ekspor ke Timor-Leste. Hal itu ditengarai karena pemegang saham mayoritas perseroan yakni Heineken N.V., membuka sebuah greenfield brewery dan mulai memproduksi Bintang untuk keperluan konsumsi domestik.

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…