Pemerintah akan Bagikan Sertifikat Lahan Secara Masal pada Juni

NERACA

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menargetkan pembagian sertifikat lahan masyarakat secara massal baru akan dilakukan mulai Juni 2018. Menteri Sofyan Djalil, saat ditemui di Kementerian ATR Jakarta, Rabu (18/4), mengatakan pihaknya menargetkan pembagian tujuh juta bidang sertifikat pada tahun ini dapat diselesaikan November 2018.

"Sertifikat massal baru bisa kita keluarkan bulan Juni, Juli, Agustus. Tahun ini diharapkan semua pekerjaan tujuh juta itu bulan November," kata Sofyan. Dalam Program Reforma Agraria, Kementerian ATR menargetkan kepemilikan 126 juta sertifikat tanah oleh masyarakat, namun sejauh ini baru tercapai 51 juta sertifikat yang dimiliki masyarakat.

Oleh sebab itu, Kementerian ATR menargetkan pada tahun ini dapat membagikan tujuh juta sertifikat tanah, dan meningkat pada 2019 menjadi sembilan juta sertifikat. Pada 2017, Kementerian ATR telah merealisasikan pembagian 5,4 juta bidang sertifikat.

Sofyan menjelaskan dalam sertifikasi lahan, kendala yang dihadapi adalah proses ukur. Setelah menetapkan desa yang akan disertifikasi lahannya, BPN akan mengadakan sosialisasi. Sosialisasi dilakukan setelah masyarakat setuju dengan pembuatan patok, baru kemudian dilakukan pengukuran.

Dalam sertifikasi lahan ini, BPN tidak menarik biaya sepeser pun atau gratis. Namun untuk prasertifikasi, sesuai dengan Peraturan Daerah, ada biaya administrasi, seperti biaya materai yang dipatok dari kepala desa. "Di desa saja bayar, kalau BPN ngukur dan sebagainya itu gratis, tidak ada biaya sama sekali," kata Sofyan.

Dengan kepemilikan sertifikat tanah, masyarakat dapat terhindar dari konflik atau sengketa tanah di kemudian hari karena ada hak legal yang mencantumkan ukuran dan batas tanah yang jelas. Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses perbankan untuk mendapatkan modal usaha dengan mengagunkan sertifikatnya.

Sofyan juga membantah tudingan bahwa Presiden Joko Widodo melakukan pembohongan dalam pembagian sertifikat tanah. Ia mengatakan pihaknya telah mendaftarkan, melakukan sertifikasi, mengukur dan memperbaiki data pertanahan sampai 5,4 juta bidang pada 2017. “Yang sertifikat selesai, kita berikan betul-betul itu lebih dari 5,4 juta bidang dan itu riil, bisa diaudit, ada nomornya sertifikat itu. Jadi tidak 'ngibul',” kata Sofyan.

Dalam Program Reforma Agraria, Kementerian ATR menargetkan kepemilikan 126 juta sertifikat tanah oleh masyarakat, namun sejauh ini baru tercapai 51 juta sertifikat yang dimiliki masyarakat. Oleh sebab itu, Kementerian ATR menargetkan pada tahun ini dapat membagikan 7 juta sertifikat tanah, dan meningkat pada 2019 menjadi 9 juta sertifikat. Pada 2017, Kementerian ATR telah merealisasikan pembagian 5,4 juta bidang sertifikat.

Sofyan menjelaskan dengan kepemilikan sertifikat tanah, masyarakat dapat terhindar dari konflik atau sengketa tanah di kemudian hari karena ada hak legal yang mencantumkan ukuran dan batas tanah yang jelas. Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses perbankan untuk mendapatkan modal usaha dengan mengagunkan sertifikatnya.

BERITA TERKAIT

Unilever Bagikan Dividen Rp 6,9 Triliun - Buktikan Arus Kas Masih Positif

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan untuk membagikan dividen dari…

Blue Bird Bagikan Dividen Rp 127,6 Miliar

Ketatnya persaingan bisnis jasa transportasi menjadi pemicu terkoreksinya perolehan laba bersih PT Blue Bird Tbk (BIRD) sepanjang tahun 2017 kemarin,…

BLUE BIRD BAGIKAN DIVIDEN

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Purnomo Prawiro (ketiga kiri) berbincang dengan (kiri ke kanan) Chief Information Officer Andeka Putra,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Tampik Ekonomi Indonesia “Lampu Kuning”

  NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum 'lampu kuning'…

Proyek LRT Fase II akan Gunakan Skema KPDBU

    NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Fase II…

Produksi Gas PHE Kuartal I Naik Tiga Persen

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu, mencatat…