Rupiah Bergerak Cenderung Stagnan

NERACA

Jakarta—Apresiasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan (Senin,13/2) tampaknya bergerak stagnan pada level Rp8.995 per USD. Bahkan pergerakan rupiah ditutup pada level Rp8.995 per USD. Rupiah sendiri hari ini diperdagangkan di antara Rp9.012-Rp9.023 per USD. Demikian info yang bersumber dari yahoofinance. Berdasarkan catatan, kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah bergerak di angka Rp8.998-Rp9.023 per USD.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, rupiah hari ini bergerak melemah ke angka Rp9.030-Rp9.050 per USD. Stagnasi rupiah dan kecenderungan rupiah yang melemah dalam perdagangan hari ini disebabkan karena beberapa hal seperti belum selesainya pemerintah Yunani dalam persetujuan letter of intent dengan IMF. "Neraca pembayaran Indonesia 2011 yang tercatat surplus sebesar USD11,9 miliar atau turun 60,9 persen dibandingkan surplus NPI 2010 lalu sebesar USD30,3 miliar juga berpengaruh," jelasnya

Selain itu, pasar juga masih menunggu keputusan Yunani untuk menyetujui pengetatan anggaran sebahgai syarat untuk mendapatkan dana talangan kedua dengan menandatangani letter of intent.

Sebagai informasi, bila dibandingkan dengan perdagangan akhir pekan lalu, menurut kurs tengah BI rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.993 per USD dengan rata-rata perdagangan Rp8.948-Rp9.038 per USD. Sedangkan menurut yahoofinance, rupiah di kisaran Rp8.968 per USD dengan range perdagangan Rp9.020-Rp9.055 per USD.

Sementara itu, Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi bakal melemah lantaran anjloknya neraca pembayaran dalam negeri. "Rupiah hari senin bakal tetep sideways dan cenderung melemah. Range-nya diprediksi di Rp8.975-9.025 per USD," paparnya

Adapun faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah terkait isu dalam negeri yaitu turunnya neraca pembayaran Indonesia sebesar 61%. "Sementara faktor dari regional adalah ditundanya pengumuman bailout Yunani walaupun Yunani setuju untuk melakukan pengetatan anggaran," pungkasnya.**cahyo

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Kredit Di Tahun Depan Stagnan

  NERACA   Jakarta – Industri perbankan menganggap pertumbuhan kredit di 2018 akan tetap tumbuh meskipun pertumbuhannya tidak terlalu signifikan.…

Nilai Tukar Rupiah di 2018 Diprediksi Kisaran Rp13.600

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan rata-rata nilai tukar rupiah…

Oktober 2017, Rupiah Terdepresiasi 1,27%

      NERACA   Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 1,27 persen…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…