Bhimasena Donasikan 2.160 Paket Buku di 15 Perpusdes - Pacu Minat Baca Masyarakat

Menyadari masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, mendorong PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Batang, Jawa Tengah untuk terus berkomitmen mendorong minat masyarakat, khususnya anak-anak.

Direktur Operasional PT BPI, Shiroki Yamashita mengatakan, sebagai bentuk komitmen perusahaan dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dalam bidang pendidikan, perseroan menyerahkan 2.160 paket buku bagi 15 perpustakaan desa (perpusdes) yang berada di tiga kecamatan, yaitu Tulis, Kandeman, dan Subah.”Buku yang kami serahkan ke perpusdes itu memiliki gambar yang menarik dan edukatif, sehingga anak akan tertarik membacanya dan akhirnya menimbulkan minat baca anak lebih meningkat," katanya di Batang, Jawa Tengah, kemarin.

Sementara sebagai salah satu sponsor PT BPI, Deputy Manager Power Project Department Itochu Corporation, Takayuki Saito mengatakan, Itochu Corporation memiliki kepedulian yang sama pada dunia pendidikan seperti yang diimplementasikan pada proyek dijalankan oleh PLTU Batang.”Pendidikan merupakan salah satu hal penting dan membaca adalah dasarnya, sehingga sangat penting bagi anak agar dapat memperoleh akses bahan bacaan yang baik dan mudah di sekitarnya untuk membantu mereka belajar dan terus mengembangkan diri," ujarnya.

Menurut dia, sebagai sponsor PT BPI sangat berkomitmen membangun dan terus membantu masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Disampaikannya, sponsor bertanggung jawab dan berkomitmen tinggi untuk mendukung BPI melalui monitoring berkala.”Edukasi pada masyarakat sangat penting dalam pelaksanaan program CSR guna membangun kepercayaan, hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah maupun perusahaan lain untuk mendukung cita-cita dan mewujudkan program desa pintar di daerah setempat. Sebagai informasi, UNESCO pernah merilis data yang menyebutkan bahwa minat baca bangsa Indonesia hanya sebesar 0,001% yang berarti dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 yang rajin membaca. Kondisi ini tentunya cukup memprihatinkan karena bangsa Indonesia saat ini lebih suka menonton daripada membaca. Kondisi inilah yang memperparah tingkat literasi Indonesia di dunia.

Padahal, semakin baik tingkat literasi suatu bangsa, hal itu bisa mendorong kemajuan perekonomian bangasa tersebut. Saat ini juga banyak berita bohong (hoax) yang tersebar di banyak media, terutama media sosial. Salah satunya penyebabnya adalah rendahnya literasi masyarakat, dan perseroan ingin generasi muda lebih banyak membaca bukan bermain gawai (gadget).

BERITA TERKAIT

Swasta Minat Bangun Pabrik Ban di Sumsel

Swasta Minat Bangun Pabrik Ban di Sumsel NERACA Palembang - Perusahaan swasta PT Yuassa Batery Indonesia berminat membangun pabrik ban…

Efektivitas 16 Paket Deregulasi, Menunggu Godot?

Oleh: Pril Huseno Menarik investasi asing (FDI) ke dalam negeri memang bukan perkara mudah. Apalagi di tengah iklim ketidakpastian global…

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia - Sharp Mengajak Siswa di Jember Peduli Lingkungan

Menanamkan budaya tanggung jawab dan peduli pada lingkungan sejak dini merupakan cara yang tepat agar hal tersebut menjadi kebiasaan positif…

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…