Panca Budi Idaman Bidik Pendapatan Tumbuh 11%

NERACA

Jakarta - Tahun ini, emiten produsen plastik dan kimia, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 11%. Pertumbuhan ini lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan sebesar 5,78%. “Kita optimistis dengan kenaikan kinerja pada tahun ini, dikarenakan masih besarnya pangsa pasarnya,”ujar Sekretaris Perusahaan PBID, Lukman Hakim di Jakarta, kemarin.

Tahun kemarin, pendapatanPanca Budi tumbuh 10,17% year on year (yoy) dengan laba bersih naik 67,41% (YoY). Saat ini, untuk wilayah Jabodetabek saja PBID menguasai market share sebesar 45% lebih. Perseroan masih ingin fokus pada penjualan plastik kemasan pada tahun ini. Emiten ini juga tengah menyelesaikan pembangunan dua pabrik di Jawa Tengah. Dari produksi pabrik ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi tambahan plastik sebanyak 27.000 ton. “Kami sudah dapatkan lahan yang strategis,” katanya.

Saat ini, jumlah produksi plastik mencapai 72.000 ton per tahun. PBID memiliki total tujuh pabrik yang tersebar di Medan, Solo, Jabodetabek, dan Cilegon. Sehingga, dengan pabrik baru, produksi plastik PBID akan meningkat menjadi 99.000 ton plastik per tahun. Demi mengejar penjualan yang lebih besar, PBID juga akan menjalankan produksi yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Sehingga, dalam setahun, PBID bisa menjual sekitar 100.000 ton plastik. “Penambahan pabrik ini juga karena kami sudah kelebihan kapasitas,” tambahnya.

Sebelumnya, PBID telah mengantongi dana segar Rp 318,75 miliar dari initial public offering (IPO) pada 2017. Sebanyak 70% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex) yakni untuk pembangunan pabrik. Lalu, 30% sisanya digunakan untuk modal kerja. “Pembangunan satu pabrik memiliki nilai investasi Rp 80 miliar,” ungkapnya.

PBID melihat saat ini potensi pasar masih cukup luas. Khususnya diluar Jabodetabek atau wilayah timur Indonesia masih memungkinkan untuk dilakukan ekspansi. Penjualan saat ini pun dilakukan pada wilayah Jabodetabek, Medan, dan Solo. Saat ini, penjualan di wilayah Jabodetabek memberikan kontirbusi pendapatan hampir 60%, sedangkan sisanya di luar Jawa mencapai 40%. Perusahaan juga saat ini sedang menyiapkan kemungkinan adanya penjualan plastik kemasan khusus untuk produk e-commerce atau security bag.

BERITA TERKAIT

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…