Audi Ingin Gandakan Penjualan di China Dalam 6 Tahun

NERACA

Jakarta – Merek premium dari grup Volkswagen, Audi, menyatakan ingin melipatgandakan angka penjualan selama enam tahun mendatang di China yang menjadi pasar otomotif terbesar dunia.

Kepala penjualan Audi, Bram Schot, mengatakan kepada media Jerman bahwa pihaknya menargetkan penjualan 1,2 juta unit mobil di negara Tirai Bambu itu. "Pada 2023 kami ingin menjual 1,2 juta mobil di China," kata Bram Schot kepada majalah perdagangan Jerman seperti dilansir Reuters, disalin dari Antara.

Audi sudah menjual 597.000 kendaraan di China yang menjadi pasar tunggal terbesarnya pada tahun lalu. Untuk melancarkan bisnis mereka di China, Audi pun sudah menuntaskan perselisihan dengan diler lokal mereka sejak tahun lalu.

Perselisihan itu berasal dari kerjasama jangka panjang Audi dengan SAIC Motor Corp yang menimbulkan kecemasan operator penjualan Audi, karena juga menjual kendaraan buatan China sebagai bagian dari kerjasama antara Audi dengan FAW. Kendati demikian, Schot menegaskan bahwa Audi tetap menjalin kemitraan dengan SAIC dan FAW, demikian Reuters.

Pada kesempatan lain, diwartakan, Audi berharap pada tahun ini tidak ada lagi biaya yang dikeluarkan atas skandal emisi "dieselgate" karena perusahaan asal Jerman harus mengeluarkan dana mencapai 2 miliar euro pada 2016 dan 2017 atas kasus emisi itu, menurut kepala keuangan Audi.

Mesin diesel V6 3.000 cc dari Audi yang digunakan grup Volkswagen untuk 80.000 model kendaraan VW, Audi dan Porsche itu ditemukan telah menggunakan perangkat lunak yang memanipulasi batas emisi di Amerika Serikat pada 2015.

Atas skandal itu, Audi sampai saat ini telah membayar lebih dari setengah ketentuan dan diharapkan akan mentransfer 900 juta euro pada kuartal pertama 2019, menurut CFO Audi Alexander Seitz dalam konferensi pers, Kamis (15/3) seperti dilansir Reuters.

Secara terpisah, kepala penjualan Audi Bram Schot mengatakan produsen mobil mewah tersebut menargetkan penjualan mobil listrik sebesar 30-35 persen dari keseluruhan pengirimannya pada 2025, saat mereka berencana menawarkan 20 model mobil listrik ke pasar dunia.

Di sisi lain, Audi belum berencana untuk membangun pabrik di Amerika Serikat meskipun akan meninjau strategi produksinya setiap tahun, kata kepala eksekutif Rupert Stadler, demikian Reuters, sebagaimana disalin dari laman kantor berita Antara, belum lama ini.

BERITA TERKAIT

Harga Produk Makanan Diduga Naik 3%-7% - MESKI VOLUME PENJUALAN DIPREDIKSI MENINGKAT 20%

Jakarta-Meski penjualan makanan diprediksi meningkat sekitar 20% jelang Lebaran, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) berencana menaikkan harga produk…

Reliance Harapkan OJK Selidiki Pembatalan Penjualan WOMF

Reliance Harapkan OJK Selidiki Pembatalan Penjualan WOMF NERACA Jakarta - PT Reliance Capital Management berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun…

Teror di Tahun Politik

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Tahun politik nampaknya semakin rentan terhadap iklim sospol dan karenanya…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Audi Bidik Penjualan 800 Ribu Mobil Listrik Pada 2025

Merek mobil premium Jerman, Audi, mengumumkan rencananya untuk menjual sekitar 800 ribu kendaraan listrik dan mobil hybrid pada tahun 2025…

All New Ertiga DIbanderol Rp238,5 Untuk Tipe Tertinggi

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merk (APM) Suzuki di Indonesia mengumumkan harga resmi kendaraan serbaguna kecil (Low…

Ford Tangguhkan Produksi Truk Terlaris di AS

Ford menangguhkan produksi F-150, truk terlaris di Amerika Serikat (AS), menyusul krisis waralaba suplai. Kabar itu, diumumkan melalui konferensi telepon…