RUNNING TEXT : UNTUK BERLANGGANAN DAN PEMESANAN IKLAN HUBUNGI: TELP. 021.31931991 FAX. 021. 31907229.
 
INDUSTRI
Minggu, 4 Desember 2011 |  07:00 WIB
MASALAH PERIJINAN DAN PAJAK JADI MOMOK PENGEMBANGAN RUSUNAMI
Sampai Desember 2011, Penyaluran KPR FLPP Baru Mencapai Rp 2,6 Triliun

NERACA

Bogor – Sampai minggu pertama Desember 2011, Pemerintah telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 82.401 Unit Rumah Sejahtera dengan total nilai dana FLPP yang tersalurkan sebanyak Rp 2,695 triliun.

Menurut Asisten Deputy Bidang Fasilitas dan Inovasi Pembiayaan Deputy Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan, Didik Sunardi, dari total nilai dana FLPP yang tersalurkan sebesar Rp 2,695 triliun tersebut, dana perbankan yang termobilisasi untuk pembiayaan perumahan tersebut mencapai sebesar Rp. 1.795 trilyun.

“Sehingga total pembiayaan KPR Sejahtera yang telah direalisasikan adalah sebesar Rp. 5,490 triliun,” kata Didik dalam paparan Rencana Strategis Kemenpera 2012 di Puncak, Bogor, Jumat (2/12).

Menurut Didik, dalam RPJM Kemenpera, rencananya jumlah pembiayaan KPR Sejahtera sepanjang tahun 2010-2014 sebesar Rp. 20,7 triliun rumah sejahtera dengan sasaran jumlah Rumah Sejahtera sebanyak 517.894 Unit.

“Dana FLPP yang telah dialokasikan sejak tahun 2010 hingga tahun 2011 sebanyak Rp. 6,254 triliun dengan sasaran sebanyak 166.231 Unit Rumah Sejahtera,” kata Didik.

Dia menambahkan, untuk mempercepat penyaluran KPR FLPP, mulai tahun 2012 pemerintah memulai pencairan dana Kredit Konstruksi FLPP kepada Bank Pelaksana. Namun pencairannya dilakukan secara bertahap. “Ketentuannya, Pencairan pertama dilakukan sesuai dengan permintaan Bank Pelaksana atau paling tinggi 30% dari besaran KK,” jelas Didik.

Selain itu, sambungnya, pencairan selanjutnya berdasarkan kemajuan pembangunan Rumah Sejahtera Tapak atau Rumah Sejahtera Murah Tapak yang diajukan Bank Pelaksana kepada Satker BLU-Kemenpera.

Didik menegaskan, kredit konstruksi FLPP hanya diperuntukkan untuk pembangunan Rumah Sejahtera dan Rumah Sejahtera Murah Tapak guna mendukung kepastian pasokan  Rumah Sejahtera.

Menurut dia, Kredit konstruksi dengan dukungan FLPP bertujuan untuk menyediakan dukungan fasilitas pembiayaan dalam rangka pembangunan rumah sejahtera dengan tingkat bunga/marjin yang terjangkau dan tetap sepanjang masa pinjaman (fixed rate). “Ini untuk memastikan tersedianya rumah sejahtera di pasar perumahan,” tandasnya.

Harga Rusun

Sementara itu, di tempat yang sama, Staf Ahli Menpera bidang Ekonomi dan Keuangan, Hetty Adriasih menyatakan, pemerintah berencana menaikkan harga rumah susun (Rusun) bersubsidi atau rumah susun sederhana milik dalam waktu dekat. Alasannya, penetapan harga jual saat ini dinilai sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan ekonomi.

“Kementerian Perumahan Rakyat telah membentuk tim untuk mengkaji batasan harga jual yang saat ini dipatok Rp144 juta per unit,” katanya,

Dia mengakui, rencana kenaikan harga tersebut memang akan memberikan keuntungan bagi pengembang. Namun, pihaknya menegaskan harga jual rusunami harus tetap dapat dijangkau masyarakat berpenghasilan menengah dan bawah.

“Masalah harga jual harus segera diatasi pemerintah untuk mengembalikan gairah pengembang dalam membangun rusunami untuk masyarakat menengah bawah,” tuturnya.

Menurut catatan Kemenpera, saat ini telah terbangun sebanyak 187 twin block (menara kembar) rumah susun sewa bagi pekerja maupun mahasiswa. “Targetnya, akan ada 331 twin block lagi hingga 2014,” jelas Hetty.

Sampai saat ini, rusunami atau rusun bersubsidi yang terbangun di kota-kota Jakarta, Botabek, Batam, Bandung, Cimahi, Surabaya, dan Balikpapan telah mencapai sebanyak 174 menara.

Hetty menambahkan, pembangunan Rusun dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan penurunan. Bahkan, pembangunan rumah susun ini sempat terhenti di saat kebutuhan pasar tengah meningkat. “Ada lima penghambat dalam penyediaan rusun murah,” tukasnya.

Penghambat pertama dari pembangunan rumah susun itu, jelas Hetty, adalah ketersediaan tanah di kawasan perkotaan yang terbatas dan mahal. Hal ini diperparah dengan peraturan tanah yang belum berpihak kepada sektor properti.

Persoalan kedua, lanjutnya, adalah masalah pembiayaan. Terbatasnya sumber-sumber dana murah untuk pembiayaan kredit konstruksinya serta faktor inflasi yang berdampak kepada kenaikan harga material bangunan.

“Sehingga harga maksimal Rp144 juta per unit yang ditetapkan pemerintah sebagai batasan penerimaan subsidi (KPR, kredit konstruksi) bagi masyarakat dan pengembang sulit dipertahankan saat ini,” terang Hetty.

Dia mengungkap, tiga persoalan lain yang harus segera diselesaikan untuk mendorong pengembangan rumah susun adalah masalah pajak, infrastruktur, dan perizinan. Di sektor infrastruktur, Hetty mengakui masih kurangnya dukungan infrastruktur perkotaan khususnya listrik dan air minum yang realisasi biaya penyediaan atau penyambungannya di lapangan sangat mahal.

Sementara itu, dalam hal perizinan, Hetty mengakui belum semua kabupaten dan kota mempunyai peraturan daerah rumah susun, khususnya yang mengatur pembangunan rusunami, berupa dukungan percepatan proses perizinan dan keringnya restribusi yang mudah, cepat, dan murah.

(kam)

2 Responses to “Sampai Desember 2011, Penyaluran KPR FLPP Baru Mencapai Rp 2,6 Triliun”
    iqin says:

    alamat perumahannya di mana ya yang dapat dana flpp tersebut trims..

  1. iqin says:

    kalau ada alamatnya boleh kirim ke alamat email kinkin74@yahoo.co.id trims

Leave a Reply

Index
Selasa, 15 Mei 2012 |  15:05 WIB
Gaikindo: Penjualan Mobil Bakal Tergerus Hingga 30%
NERACA   Jakarta – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan kendaraan roda empat turun sebanyak 30% menjadi 770.000 unit pada 2013 jika aturan...
Selasa, 15 Mei 2012 |  14:14 WIB
Pertengahan 2012, Pemerintah Siap Rebut Inalum Dari Jepang
NERACA Jakarta – Persiapan negosiasi pengelolaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pasca berakhirnya Master Aggrement dengan pihak Nippon Asahan Alumunium (NAA) Jepang pada 2013 akan...
Selasa, 15 Mei 2012 |  14:06 WIB
Kemenperin Terapkan SNI Pada Ratusan Produk Lokal
NERACA   Jakarta – Semakin derasnya serbuan produk asing alias barang impor membuat produk Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Oleh karena...
Selasa, 15 Mei 2012 |  13:41 WIB
Industri Pulp Dan Kertas Ciptakan Produk Ramah Lingkungan
NERACA   Jakarta – Para pelaku industri kertas memahami akan kepentingan global dalam menjaga hutan hujan tropis Indonesia dan menahan perubahan iklim global, karena selain...
Selasa, 15 Mei 2012 |  13:37 WIB
Pasokan Gas Kian Mampet, Sektor Industri Menjerit Pilu
NERACA   Jakarta – Buruknya tata niaga gas nasional benar-benar menghantam produktivitas industri nasional. Kendati pemerintah tahu betul gas adalah ibarat “darah” buat kinerja sektor...
Senin, 14 Mei 2012 |  14:37 WIB
KKP Targetkan RI Jadi Produsen Utama Rumput Laut
NERACA   Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot pelaksanaan proyek pengembangan rumput laut. Rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan KKP, memiliki...
MANAGING DIRECTOR PT FORTUNE PRAMANA RANCANG (FORTUNE PR) : INDIRA RATNA DEWI ABIDIN
Kepak Sayap Bisnis Hingga Mancanegara
Neraca Cerdas, kreatif, dan piawai dibidang komunikasi menjadi ciri perempuan peraih penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia (API) tahun 2012 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, 29 April lalu.
PRESIDENT DIRECTOR PT QUANTUM SELECT INDONESIA : RICKY MULANI
Semangat Profesional Enterpreneur Muda
NERACA Semangat mengapai  harapan, kerja keras dan jiwa pantang menyerah mengantar pria keturunan India ini mampu membuktikan, bila keberhasilan dapat dimiliki siapa saja. Nothing is impossible, tak ada yang tidak
MANAGER RESTAURANT LEKO IGA SAPI PENYET : DANNY LIMARGA
Nikmatnya Iga Sapi Rendah Kolesterol
NERACA Menyantap daging karena kandungan kolesterol yang tinggi, kini tak lagi menakutkan. Sebuah restaurant dengan nama, “Leko Spesialis Iga Sapi Penyet,” mampu memenuhi hasrat anda pencinta masakan daging. Resto yang
MARKETING MANAGER ENFA, PT MEAD JOHNSON INDONESIA : ELLEN BRIGITTA
Optimalisasi Kemampuan Si Kecil
NERACA Pentingnya konsentrasi, memori dan problem solving pada diri seorang anak dalam mendukung prestasi belajar menjadi fokus PT Mead Johnson Indonesia. Dan melalui salah satu produknya Enfagrow A+, perusahaan asal
PRESIDEN DIREKTUR PT MUSTIKA RATU TBK : PUTRI K. WARDANI
Penggagas Assosiasi Merek Indonesia (AMIN)
NERACA Dalam rangka  HUT MURI ke-22, Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk Putri K. Wardani, meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penggagas asosiasi yang  memperjuangkan  eksistensi merek Indonesia
 
 
 
 
Copyright © www.neraca.co.id  |  Allrights Reserved 2012